Posted in AU, BTS, Ficlet, General, Romance

Uri-Jungkook

4-uri-jungkook

Uri-Jungkookㅡby GbubbleuMy

 

Genre  : Romance, AU

Rating : General

Length : Ficlet

Cast : Jeon Jungkook (BTS), Jun Jinhee (OC)

 

Before : He Has His Own Way ; You! ; Permission

 

Kelulusan tinggal beberapa bulan lagi.
Aku sibuk, begitu pula Jungkook.

Beda denganku yang sibuk belajar untuk mempersiapkan ujian, dia sepertinya santai-santai saja.

Sudah aku bilang tidak kalau dia itu jenius? Sudah sepertinya.

Asal kalian tahu saja, dia itu tidak pernah belajar.
Itu yang aku tahu dari ibunya saat berkunjung ke rumahnya untuk pertama kali. Mungkin sekitar dua bulan lalu.

Sudahlah, memang sudah jenius dari sananya mau diapakan lagi. Aku jadi kasian dengan diriku sendiri.
Andai aku seperti Jungkook, maka aku bisa punya banyak waktu untuknya.

Sekedar informasi saja, kami sudah mulai jarang bertemu.
Sepertinya, jika memang betul, akulah yang jarang bisa bertemu dengannya.
Pagi sampai malam aku gunakan untuk belajar di sekolah dan les privat.
Tapi sepertinya dia biasa saja saat aku menemuinya hari minggu kemarin.
Dia tidak berubah, kecuali kini rambut Jungkook dicat berwarna cokelat mahoni.

***

Masih ingat saat Jungkook datang ke rumahku untuk minta izin berkencan denganku?

Ah, gara-gara kelulusan begini, aku jadi teringat masa lalu. Apa aku mulai stress?

Tapi ada yang ingin kuberitahu.

Jungkook bilang saat itu :

“Saya mau menjadikan putri Ibu sebagai pacarku. Saya mau minta restu”

Gara-gara aku memanggil ibuku dengan sebutan ‘Ibu’, dia jadi sok-sokan akrab dan memanggil dengan sebutan Ibu juga. Padahal saat itu baru pertama kali bertemu.

“Aduh kenapa malah seperti aku yang ingin dipacari. Kenapa tidak tanya Jaeson saja”

Beliau geleng-geleng. Nada bicaranya khas sekali seorang ibu-ibu yang sedang menasehati anaknya di campur keheranan.

“Iya, saya bilang pada Jaeson untuk minta restu pada Ibu baru bertanya padanya”

“Ck ck ck…ada-ada saja. Ibu mau belanja dulu. Suruh temanmu itu masuk, Jinhee-ya

Aku mengajak Jungkook masuk. Tapi dia tidak beranjak, malah kembali bertanya.

“Ayahmu ada?”

“Kenapa?”

“Aku mau minta izin dari Ayahmu. Ibumu tidak memberikan jawaban”

Kaget? Tentu.

Saat itu aku sudah jengkel. Jungkook ini seperti sedang dirasuki setan. Perilakunya tidak wajar dan bicara aneh-aneh.
Aku kesal dan berteriak.

“KALAU MAU PACARAN, YA PACARAN SAJA. AKU TIDAK KEBERATAN. TIDAK PERLU MINTA RESTU, JEON JUNGKOOK”

Yah, seperti itu kira-kira. Padahal tanpa sadar aku secara tidak langsung menjawab kalau aku mau dengannya.

Jungkook kulihat biasa saja, malah wajahnya tenang, tapi terlihat seperti berfikir juga.

“Kau tahu kenapa aku minta restu orang tuamu?”

“Kenapa?”, aku masih jengkel.

“Supaya nanti saat ingin menikahimu aku tidak perlu minta restu lagi. Nanti kalau sudah lulus. Kalau aku melamarmu, kau tinggal jawab saja. Tidak perlu lagi ke orang tua”

Aku tersenyum tanpa sadar. Mengingat hal itu membuatku bertanya-tanya.
Kalau Jungkook benar-benar akan menanyakan hal itu, apa itu artinya aku akan menikah muda? Bicara apa aku ini?!

Jungkook tidak bilang kapan persisnya, yang jelas setelah aku lulus baru melamarku.
Setelah lulus itu kapan? Setelah upacara kelulusan? Setelah aku lulus jadi mahasiswa? Setelah aku dapat pekerjaan?
Tidak jelas memang, tapi anggap saja seperti itu.

Aku berjalan melewati lorong dilantai dua dengan kaca besar di setiap dindingnya, membuatku dapat menatap objek-objek di daerah belakang sekolah.
Seperti Pak Lee, si tukang kebun yang sedang membakar daun kering. Selebihnya hanya ada pohon dan hamparan rumput yang luas.

Ketika aku mengalihkan pandanganku lurus ke depan, aku menemukan Jungkook.
Dia sedang duduk di sebelah kaca, dengan terpasang earphone di telinga kirinya. Matanya tertuju pada objek diluar jendela yang tadi juga aku pandangi.

Aku menghampirinya, dan dia menoleh.

“Kau sedang apa?”

“Kau sepertinya sudah tahu aku sedang apa”

Ish! Padahal aku kan ingin basa-basi.

“Jungkook, aku mau dengar juga”

Aku menunjuk earphone yang menganggur, dan dia memasangkannya ke telingaku. Aku ikut duduk di hadapannya.

Aku mengerutkan kening, heran.
Iya, heran. Karena sama sekali tidak ada suara atau alunan musik yang terdengar dari earphone Jungkook.

“Apa earphone yang sisi ini rusak? Kenapa tidak ada suaranya?”

Aku mencabutnya dari telinga kananku. Memandang benda itu heran.

“Memang tak kupasang”

“Hah?”

Dia merogoh saku celananya, mengeluarkan colokan earphone yang tidak terpasang apa-apa.

Jadi dia tidak mendegarkan apa-apa daritadi?! Hanya berdiam diri seperti itu dengan earphone yang tidak disambungkan kemana-mana? Seperti orang bodoh?

“Hah…kenapa?”

“Agar kelihatan sibuk. Biar tidak diganggu”

“Diganggu siapa?”

“Perempuan-perempuan itu”

Aku hanya manggut-manggut.
Jungkook pintar juga.
Pantas dia sendirian saja tadi. Padahal biasanya jika Jungkook sedang sendiri gadis-gadis centil itu akan menggodanya, walaupun sudah tahu Jungkook tidak akan menanggapi.

“Aku mau dengarkan lagu”

Kupasang kembali earphone ke telingaku dan tersenyum manis ke arahnya.
Jungkook segera menyambungkan colokan benda itu ke ponselnya.

Dan lagu Do Ya Thang milik Rihanna langsung mengalun ke gendang telingaku.

“Lagunya enak. Dapat darimana?”

“Kau yang memberikannya. Kau suka lagu ini”

Aku tersenyum lebar. Yang tadi hanya umpan untuk memancing Jungkook apakah ia ingat. Ternyata Jungkook masih ingat.

“Aku juga suka lagunya, tapi aku tidak suka artinya”

“Kenapa?”

“Tidak apa-apa”

Hanya itu. Kami menghabiskan waktu disana dengan pandangan orang-orang disana yang seakan ingin memakanku.
Hingga bel berbunyi, kami akhirnya masuk ke kelas masing-masing.

Jungkook, kalau nanti akhirnya kita berbeda universitas, aku harap kau bisa menjaga diri. Jangan tergoda dengan perempuan cantik disana, karena aku juga tidak akan berpindah ke pria keren yang lain.
Kau yang paling keren dan paling tampan. Jungkook-ku!
kkeut

Advertisements

Author:

Post about BTS and EXO!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s