Posted in Drama, EXO, General, Oneshoot, Romance, Sad, Tragedy

My Way

my-way

My Wayㅡby GbubbleuMy

Genre : Sad, Drama, Tragedy

Rating : General

Length : Oneshoot

Cast : Do Kyungsoo (EXO), Jo Sinhae (OC)

Tersadar bahwa lamunannya telah menguasai dirinya untuk beberapa saat, gadis itu kini mengerjap pelan. Membawanya kembali pada dunia nyatanya yang sempat ia tinggalkan. Ia melirik CoffeeLatte yang kini asapnya tak mengepul sebanyak tadi.Membuatnya mendesah pelan lantas mulai menyeruput pelan cairan kental itu. Setidaknya masih hangat. Itu berarti ia belum menunggu terlalu lama. Namun wajah yang sedari tadi di harapkannya tak kunjung datang. Membuat fokusnya harus terus menatap pintu kaca yang adalah satu-satunya penghalang cafe ini dengan dunia luar. Beberapa kali ia telah mengirimkan pesan singkat kepada orang itu. Namun sama sekali tak ada balasan. Membuatnya harus menunggu dalam waktu yang tak pasti dan tak bisa ditentukan.

“Oh 30 menit lagi. Ah tidak 5 menit”

“5 menit lagi ia tak datang aku akanㅡ”

Kring.

Pintu kaca itu terbuka. Menampakkan seorang pemuda dengan sweater hitamnya yang terlihat jelas baru saja berlari. Demi menuju ke tempat itu. Sinhae berdecak. Ia melambaikan tangannya ke udara. Hingga manik hitam itu menangkap tandanya, ia pun kembali pada posisnya. Tentu saja dengan raut wajah yang tak secerah sebelumnyaㅡsuram.

“Oh maafkan aku Sinhae-ya, akuㅡ” Pemuda itu nampak berusaha mengembalikan nafasnya. Sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya yang sempat terputus.

“Aku harus bertemu Profesor John. Dia memberitahuku dengan sangat mendadak”

Kyungsoo menatap gadis itu dengan tatapan lelahnya. Berharap gadis itu tak marah walau gurat wajahnya saja sudah menunjukkan bagimana isi hati gadis tersebut.

“Aku minta maaf. Oke?”

Sinhae tak menjawab. Ia lebih milih mengalihkan pandangannya ke balik jendela, menatap jalanan di luar sana. “Sinhae?”

“Kurasa sore ini akan turun hujan”

Gadis itu berucap pelan. Namun cukup jelas untuk terdengar oleh Kyungsoo. Pria itu ikut memandang ke arah yang sama dengan Sinhae. Menatap langit yang begitu cerah dengan Sang Surya yang tak henti-hentinya memancarkan sinar. Hingga kini Kyungsoo sedikit menyipitkan matanya. Tak kuasa menahan hujaman sinar mentari yang begitu terik dan silau dari balik kaca.

“Kau gila? Bahkan aku kepanasan”

Gadis itu kini menatapnya. Sorot matanya telah berbeda. Seperti sudah terbebas dari beban berat yang selama ini dipikulnya.

“Dimana dokumennya?”

Alih-alih menjawab, Sinhae lebih memilih menagih hutang Kyungsoo. Pria itu yang berkata akan memberikannya asalkan ia datang ke tempat yang sudah ia tentukan. Dan yah, disinilah diaㅡdan Kyungsooㅡberada. Di cafe bernuansa klasik yang terletak di ujung persimpangan Universitas No-Hwan. Tempat yang cukup menarik dan yang terlebih bisa membuatnya nyaman. Kyungsoo meletakkan amplop cokelat berisi barang yang telah ia janjikan pada Sinhae. Sesaat sebelum ia mendorong benda itu ke hadapan Sinhae, ia berujar serius.

“Kumohon jangan melakukan hal-hal tak masuk akal lagi setelah ini, Sinhae –ya

Sinhae menatap pria itu, lalu mendesah pelan dan mengangguk mengerti.

“Aku rasa sudah waktunya aku pergi”

Ia hendak beranjak dari duduknya. Namun tangan Kyungsoo dengan cepat menangkap tangannya. Membuatnya harus terduduk kembali.

“Biar kutemani, hm?”

“Tidak usah, Kyung. Kau beristirahatlah”

Sinhae mengukir senyum tipis di bibirnya sembari melepaskan tangannya dengan hati-hati. Namun pria itu kembali menggenggamnya.

“Kalau begitu aku akan mengantarmu saja”

¤¤¤

Di ruangan serba merah itu, dengan peralatan sehari-harinya, Kyungsoo kembali menekuni hobinya. Di langit-langit yang tak terlalu tinggi itu, digantungnya foto-foto hasil jepretannya. Walau tak bisa dipungkiri, terlalu banyak foto Sinhae yang menggantung disana. Dan sisanya adalah potret pemandangan. Kegiatannya terhenti, saat pintu apartemennya berbunyi nyaring. Yang itu artinya seseorang disana minta di bukakan pintu. Kyungsoo berdecak pelan. Lalu segera pergi untuk membuka pintu apartemennya. Kyungsoo menekan layar intercom. Lalu segera menarik ganggang pintu dan melihat sosok wanita paruh baya berdiri disana. Kyungsoo menaikkan alisnya, merasa tak pernah bertemu atau mengenal wanita paruh baya yang terlihat kebingungan itu.

“Maaf anda mencari siapa?”

Kyungsoo berusaha tetap sopan.

“Sebenarnya aku mencari apartemen putraku. Namanya Han Daejun. Mungkin kau mengenalnya?”

Kyungsoo menggaruk ujung dagunya. Merasa bahwa wanita paruh baya di depannya sedang salah alamat, Kyungsoo pada akhirnya harus meluangkan beberapa menit agar wanita itu dapat pergi ke tempat yang seharusnya.

Setelah selesai, Kyungsoo menutup pintunya kembali. Sungguh menyebalkan saat dimana sesorang datang mengganggu pekerjaannya. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa terdekat. Lantas tangannya memijit pelipis yang sedari tadi telah berdenyut-denyut. Matanya menatap ke arah jendela. Dan sedikit heran saat dilihatnya langit yang tadinya cerah kini menjadi gelap.

Ternyata dugaan Sinhae benar. Kurasa akan turun hujan sore ini.

Sedikit heran, Kyungsoo tetap memandang langit yang beberapa saat lalu cerah dihiasi awan seputih kapas dan sinar Sang Surya. Namun sekarang semuanya berubah total. Dan beberapa menit kemudian jendela kacanya telah dihujami rintik-rintik hujan yang makin lama makin deras. Seoul pun kini diguyur hujan. Satu hari lagi yang buruk. Dan tak sampai situ saja, kini ponsel yang ia letakkan di atas meja kembali berdering nyaring. Membuat jantungnya hampir mencelos dari tulang rusuknya. Dengan tak sabaran Kyungsoo menggeser tombol hijau. Lantas menempelkan benda persegi panjang itu ke telinga kirinya.

“Halo?”

“Selamat sore, Tuan. Kami dari pihak kepolisian”

Nafas Kyungsoo tercekat. Ia menggigit bibir bawahnya. Ketakutan itu kembali melandanya.

“I-iya?”

“Apakah ini Tuan Do Kyungsoo?”

“Benar”

Di setiap detiknya ia selalu berdoa. Berharap apa yang akan dikatakan oleh pihak kepolisian tidak sesuai dengan dugaannya.

Dan rasa menyesal itu datang kembali.

Ia menggenggam kuat ponsel dengan tangannya yang mulai berkeringat. Mendengarkan kalimat-kalimat diseberang sana yang begitu serius. Dan semakin lama semakin membawanya berfikir bahwa, sesuatu yang buruk telah terjadi.

“Kami menemukan Nona Jo Sinhae telah bunuh diri di apartemennya”.

Ponselnya lolos begitu saja dari genggamannya. Nafasnya tercekat. Bibirnya bergetar hebat dan wajahnya telah dibanjiri pelu.

Entah sejak kapan jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Seakan berdetak minta dikeluarkan. Membuat rasa sakit tersendiri yang begitu memilukan. Ia tak menghiraukan suara polisi di seberang sana. Pikirannya kalut. Dan hanya tertuju pada satu orang, Sinhae. Mendengar nama itu di pikirannya, membuat sepasang kakinya segera berlari keluar. Berlari dengan beberapa bulir air mata yang kini mengiri langkahnya.

Ia tidak bisa berfikir jernih. Yang penting baginya hanyalah Sinhae. Berharap bahwa pihak kepolisian salah mengenali mayat yang berada di apartement gadis itu.

Tidak.

Gadisnya pasti masih hidup. Sinhae pasti tak akan mengingkari janjinya. Kyungsoo terus berlari. Menembus derasnya rintik hujan di malam Seoul tanpa alas kaki dan hanya menggunakan baju tipis yang telah basah kuyup didera rintikkan hujan. Hingga ia terhenti di depan sebuah bangunan yang menjulang tinggi. Dan beberapa mobil polisi dengan sirinenya terpakir di depannya. Tepat di atas sana. Di lantai 10, ia melihat banyak polisi dan beberapa ahli medis berkumpul di balkon kamar apartemen Sinhae. Kyungsoo semakin terisak histeris. Kala pandangannya perlahan menurun dan menyadari, bahwa Sinhae benar-benar meninggalkannya. Bagiamana tidak? Ia masih bisa melihat mayat Sinhae yang tergantung dengan tali panjang yang terhubung dengan pagar balkonnya.

Dear, Kyungsoo Terima kasih telah menjadi cahaya bagi hidupku. Kau selalu ada menghiburku ditengah masa kelam yang kualami. Kau telah banyak membantuku, merawatku, serta mencintaiku dengan setulus hati.  Kau adalah pria baik-baik. Dan kau adalah pria yang selalu akan ada di dalam hatiku. Disaat kau membaca surat ini, mungkin aku sudah pergi dari sisimu. Pergi membawa sebuah harapan yang tak pernah bisa terwujud saat aku hidup di dunia. Anggaplah aku jahat, karena pergi meninggalkanmu tanpa membayar semua yang telah kau lakukan padaku. Dan dengan itu, kuharap kau bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku. Seseorang yang tak akan pernah membebanimu seperti diriku. Namun jangan pernah kau lupakan aku, karena aku pun tak akan pernah melupakan. Do Kyungsoo, Aku mencintaimu.

kkeut

Advertisements

Author:

Post about BTS and EXO!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s