Posted in Chaptered, Comedy, EXO, PG-17, Romance

Envy You [Chapter 1]

envy-you-chapter-1

Envy You [Chapter 1]ㅡby GbubbleuMy

Genre : Romance, Comedy, Marriage life

Rating : PG-17 or more

Length: Chaptered

Cast : Park Chanyeol (EXO), Yoo Jaeson (OC)

————————————-

Pergi dari kenyataan.

Setidaknya, hal itu yang terngiang di benaknya. Menghantuinya setiap saat bahkan membuatnya hampir gila. Disaat otaknya memerintahkan seperti itu, namun hatinya berkata lain. Ada perasaan bersalah jika ia mengikuti jalan pikirannya. Namun membuatnya pusing keliling saat hatinya benar-benar tak sejalan dengan apa yang ia inginkanㅡdalam benaknyaㅡ.

Ia menatap dirinya di cermin. Mencermati segala lekuk wajahnya yang tampak mengerikan. Kedua mata yang sembab, pipinya berwarna merah, hidungnya yang basah, serta rambutnya yang terlihat acak-acakan. Jaeson sejenak melirik tumpukkan tisu yang menggunung dan berceceran di sekeliling tempat tidurnya. Ia menghela nafas pelan.

Pintu kamarnya dengan tiba-tiba terbuka. Menampakkan seorang wanita paruh baya yang merubah raut wajahnya saat melihat keadaan kamar putri semata wayangnya. Dan tak luput juga bagaimana keadaan gadis itu sendiri.

“Oh astaga!”

Nyonya Lee memekik tertahan. Tangannya tergagap di udara sembari tungkainya yang dibalut high heels perak itu berjalan mendekati putrinya.

Eomma, aku tidak akan pernah melakukannya. Tidak!”

Lagi. Jaeson mengeluarkan cicitan kecilnya. Air matanya seakan telah mengering membuat wajahnya hanya bisa meringis tanpa dihiasi air mata yang berjatuhan seperti semalaman.

“Oh anak nakal hentikan tingkahmu itu. Sekarang cepatlah mandi dan berdandanlah dengan cantik. Keluarga Park akan segera tiba”

Nyonya Lee mendorong tubuh Jaeson, menuju kamar mandi yang terletak di dalam ruangan.

“Aku tidak mau, Eomma!”

Jaeson berusaha berdiri tegap. Berharap ibunya berhenti mendorong-dorongnya lagi.

“Ya anak nakal! Jangan keras kepala dan cepatlah mandi. Atau akan ku nikahkan kau dengan anak tetangga di seberang”

EOMMA!”

¤¤¤

Jaeson menekuk wajahnya. Bibirnya yang telah dipoles dengan warna pink menggoda terus saja mengerucut sebal. Tungkai jenjangnya melangkah dengan setengah hati, menuruni anak tangga yang akan mengantarkannya langsung pada ruang tamu rumahnya. Disana ia dapat melihat. Sepasang suami istri dengan 2 anak mereka, perempuan dan laki-laki. Ia tak mengenal si perempuan itu. Dan tak bisa dipungkiri wajahnya benar-benar cantik dengan mata yang cerah. Sebaliknya, ia begitu membenci laki-laki yang duduk disebelahnya.

“Maaf membuat kalian lama menunggu” Nyonya Lee memasang senyum manisnya. Sembari mendorong-dorong kecil bahu Jaeson bermaksud agar dia maju dan memperkenalkan diri.

Jaeson sudah lelah berdebat, maka dari itu ia maju selangkah, dan “Halo paman, bibi. Namaku Yoo Jaeson. Maaf membuat kalian lama menunggu”

Sepasang suami istri itu tersenyum. Terlebih Nyonya Park yang kini berdiri lalu berjalan mendekat pada Jaeson.

“Kau begitu cantik. Ayo duduklah”

Nyonya Park mengajaknya duduk tepat di seberang pria menjengkelkan itu. Membuat fokusnya harus menatap ke arah lain asalkan tidak menatap depannya, menatap pria itu.

“Selamat malam, bibi. Aku Park Chanyeol”

Chanyeol membungkukkan badannya sopan. Membuat Nyonya Lee makin mengembangkan senyumnya melihat pemuda tampan itu.

“Oh dan aku Park Yoora. Kakak dari Park Chanyeol” Wanita disebelah pria menyebalkan itu berdiri dengan tiba-tiba dengan senyum cerahnya.

Membuat Jaeson sedikit terhibur karenaㅡjujurㅡpembawaan Yoora yang menurutnya lucu. Dari sekali pandang saja, Jaeson bisa menyimpulkan bahwa Yoora adalah orang yang menyenangkan.

“Putra-putrimu sungguh enak dilihat semuanya. Begitu tampan dan begitu cantik”

Nyonya Lee berucap semangat.

Setelah semuanya duduk, Jaeson menggigit bibir bawahnya. Sepertinya apa yang ia takuti akan terjadi sebentar lagi.

“Jadi bagaimana dengan tanggal pernikahannya?”

Tuan Park bersuara untuk pertama kalinya. Membuat jantung Jaeson mencelos. Ia tidak mau menikah.

“Sayang, kau terlalu cepat. Aku bahkan belum berbasa-basi sama sekali”

Nyonya Park menengahi.

“Gi-Joon benar. Sebaiknya kita tentukan tanggal pernikahan Chanyeol dan Jaeson sekarang. Itu lebih baik”

Jaeson menatap ibunya sebal. Namun percuma saja ibunya tak menangkap sinyal darinya. Malah asik bercengkrama dengan ‘calon besannya’ itu. Berbeda dari sudut pandang Chanyeol. Pria itu nampak tak peduli. Ia hanya mengamati Jaeson yang raut wajahnya telah ia simpulkan sejak tadi, yaitu wajah penuh beban. Ia tak bodoh untuk tak mengetahui bahwa gadis itu sama sekali tak menerima perjodohan ini. Sama seperti dirinya. Hanya saja, ayahnya mengancam akan mengirimnya ke benua Amerika jika ia berani menentang perjodohan ini. Dan ia membenci itu. Jadi tak ada pilihan lain selain menerimanya.

“Bagaimana kalau akhir musim panas tahun ini? Itu hanya tinggal 2 bulan lagi”

Terdengar suara Nyonya Park. Membuat semua orang nampak berfikirㅡkecuali ia dan Chanyeolㅡ menerima usulannya atau tidak. Namun tak perlu waktu lama, semuanya sependapat bahwa,

“Kupikir itu ide yang bagus”

¤¤¤

Setelah berbincang-bincang dan menikmati makan malam, kini Chanyeol dan Jaeson diberikan waktu berdua. Ehm, maksudnya mereka dipaksa untuk menikmati suasana luar berdua. Tujuannyaㅡyang orang tua mereka katakanㅡagar mereka kenal satu sama lain. Namun yang diharapkan sama sekali tak terjadi. Yang ada hanya Jaeson yang berjalan didepan Chanyeol dengan jarak yang lumayan jauh, serta pria itu yang terus membuntutinya.

Jaeson berjalan cukup cepat. Dan Chanyeol berjalan dengan santai. Namun Chanyeol masih dapat menyusul gadis itu yang pada nyatanya walau berjalan cepat, namun mempunyai kaki yang pendek.

“Di depanku ada siput yang berusaha berlari”

Chanyeol bergumam sembari memandangi sekitar. Namun suara baritonnya itu masih dapat tertangkap oleh pendengaran Jaeson, membuat gadis itu berhenti melangkah dan memutar tubuhnya ke belakang.

“Apa katamu?”

Chanyeol berhenti di tempatnya. Tepat terpaut di jarak 2 meter antara dirinya dan Jaeson. Ia menatap gadis itu datar dan tanpa ada niat untuk menjawab.

“Dengar ya. Sudah cukup aku melihatmu hari ini. Jadi pergi dari sekitarku sekarang. Dan satu lagi, aku tidak tuli”

Manik cokelatnya menatap tajam objek dihadapannya. Kentara sekali jika ia sedang bersungguh-sungguh. Bersungguh-sungguh bahwa ia tak ingin melihat Chanyeol disekitarnya. Namun pria itu hanya tersenyum. Senyum miring yang sungguh misterius.

“Kita lihat saja nanti”

“He?”

Chanyeol bergerak maju. Memangkas jarak diantara mereka hingga sekarang hanya terpaut dua jengkal saja. Jaeson hanya bisa membeku di tempatnya. Bahkan lidahnya seakan bekerja otomatis untuk tak mengeluarkan sepatah kata apapun. Walau sebenarnya didalam hatinya tengah meletup-letup menahan amarah. Jaeson menahan nafasnya. Melirik Chanyeol yang kini semakin mendekat dan berhenti didepan telinganya.

“Akan kubuat kau menarik ucapanmu”

kkeut

Advertisements

Author:

Post about BTS and EXO!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s