Posted in AU, BTS, Ficlet, Romance

You!

2-you

You! by GbubbleuMy

Genre  : Romance, AU

Rating : General

Length : Ficlet

Cast : Jeon Jungkook (BTS), Jun Jinhee (OC)

Before : He Has His Own Way

Kalau dipikir-pikir Jungkook pernah bertanya padaku. Saat itu sudah sore sekali. Kami berada di perpustakaan karena terjebak hujan dan tak bisa pulang.
Kami sama-sama membaca buku masing-masing sebelum akhirnya Jungkook mengeluarkan pertanyaannya.

“Kau tau tidak, ada pasangan yang seperti kita ini?”

“Maksudnya?”

Tanpa mengalihkan pandangan dari novel berjudul Screaming Staircase karya Jonathan Stroud, aku balik bertanya.

“Hubungannya biasa-biasa saja. Lalu kemudian putus”

Beda denganku, Jungkook tidak suka novel fiksi. Entah apa judulnya, yang jelas ia tetap membaca buku itu dan berucap santai.

Kali ini aku mendongak, kemudian menatap Jungkook yang duduk di hadapanku.

“Jadi, kau menganggap hubungan kita biasa-biasa saja?”

“Menurutmu?”

Kali ini dia ikut-ikutan mengangkat pandangannya.
Biasa-biasa saja? Kurasa tidak.
Jungkook bisa membuatku bahagia, dengan caranya sendiri.
Atau mungkin ini karena faktor diriku? Apa aku terlalu cerewet dengan bercerita panjang lebar setiap bertemu dengannya baik itu hal besar maupun kecil sehingga membuatnya menyimpulkan bahwa hubungan ini biasa saja?. Aku tidak tahu.

Menghiraukan pertanyaannya, aku lebih memilih berucap, “Kalau hubungan kita biasa-biasa saja lalu putus, kurasa itu sudah garis Tuhan”

“Kenapa kau berfikir seperti itu?”

“Kenapa? Kalau aku dan kau memang tidak berjodoh mau bagaimana lagi?”

“Kalau begitu kau pasrah-pasrah saja jika Tuhan memisahkan kita? Walaupun kau masih mencintaiku dan begitu pula sebaliknya?”

Aku mengangguk.

“Menyerah begitu saja? Tanpa ada usaha?”

Aku mengangguk lagi.

Jungkook menatapku lamat-lamat, hanya sebentar, karena ia kembali memandangi bukunya. Membacanya dengan serius.

“Jeon Jungkook”

Dia hanya bergumam sebagai jawaban.

“Disini, yang membuat hubungan kita biasa saja, kau atau aku? Kurasa aku, iya?”

Jungkook kembali memandangku. Wajahnya tetap saja datar, memang dari lahir sudah seperti itu.

“Memang hubungan kita biasa saja?”

“Tadi kau bilang begitu”

“Itu tadi, sekarang sudah beda”

“Jadi sekarang hubungan ini tidak biasa-biasa saja?”

“Ya”

“Kenapa?”

“Karena kita sekarang sedang berbicara. Tadi begitu sunyi, sehingga jadi biasa-biasa saja”

Aku diam.

Walaupun pria ini bisa dibilang jenius, perangainya yang nyaris sempurna dengan wajah tampan dan sikap seperti Pangeran Es, tapi Jungkook tetaplah manusia yang punya sisi konyol.
Sebenarnya dia ini mau bercanda atau bagaimana? Tidak lucu sama sekali.

“Oh. Jadi di antara kita, siapa yang lebih romantis?”

“Hujannya sudah berhenti. Ayo pulang”

Jungkook menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.
Aku mendengus. Dia tidak menjawab pertanyaanku.

Saat keluar dari perpustakaan, aku melihat sekolah sudah sepi. Sangat.
Lampu-lampu sudah dinyalakan, pertanda bahwa hari mulai petang.

Aku sempat melihat Jungkook mengeluarkan sebuah payung dari dalam tasnya tadi.
Walaupun hujan sudah berhenti tapi gerimis mulai turun kembali.
Setelah dia membuka payungnya saat hendak keluar menuju gerbang, aku melihat bahwa payung itu sangat kecil.
Hanya cukup untuk satu orang.
Jadi sepertinya kita tidak bisa berbagi payung?

“Jungkook, itu kecil”

Aku menunjuk benda berwarna bening yang sudah Jungkook pegang dengan tangan kanannya sebatas dada.

“Memang. Ini payungku. Jadi aku akan menggunakannya”

Aku melongo.

“Lalu aku?”

Seperti orang bodoh, aku berbicara ala kadarnya.

“Oh…kau tidak membawa payung? Kau bisa kebasahan nanti”

“Hah?”

“Ini sudah sore. Kau mau pulang apa tidak? Kalau takut basah sepertinya kau harus menunggu sampai reda”

Dia menatap langit. Seolah menerawang kapan gerimisnya akan berhenti.

Ish! Menyebalkan”

Aku menghentakkan kaki sekali sebelum meninggalkannya disana dan menerobos gerimis dengan langkah kesal.
Kenapa dia tidak peka? Menyebalkan.

Kurasa hubungan ini bukan biasa-biasa saja. Tapi menyebalkan. Dan dialah yang menyebalkan disini.

Ibu bilang, lebih baik terkena hujan daripada gerimis. Karena gerimis bisa membuatmu lebih mudah terserang penyakit. Aku tidak tahu apa alasannya, tapi aku mempercayainya hingga kini.
Dan karena terlalu sebal dengan pria bermarga Jeon itu aku sampai melupakan kata-kata itu.
Ya sudahlah, terlanjur.

Aku hampir keluar dari gerbang ketika menyadari bahwa tidak ada rintik-rintik gerimis lagi yang membasahi kepala dan pundakku

Aku mendongak, dan kudapati benda bening yang tadi kubilang kecil itu. Benda yang menjadi awal mula aku kesal dengan Jungkook.

“Jangan menerobos gerimis. Kau bisa sakit”

Ia memindahkan payung itu dengan meraih tangan kananku. Kini jadi aku yang memegang payungnya.

Sedangkan dia seakan lupa dengan ucapannya sendiri, kini malah membiarkan rintik gerimis membasahi tubuhnya.

“Jungkook, kau bisa sakit”

Aku hendak menggeser payung di tanganku, agar dia tidak terkena gerimis lagi.
Tapi tangannya menahanku, mengembalikan ke awal semula sehingga sepenuhnya payung itu ku kuasai.

“Nah, ayo pulang. Aku ingin cepat menonton film action terbaru milik Hyung

Jungkook berucap santai.
Tidak peduli dengan tubuhnya yang perlahan mulai basah, lalu berjalan mendahuluiku.

Jungkook, kutarik kata-kataku kembali.
Kau tidak menyebalkan. Kau malah bisa membuat hubungan ini jadi tidak biasa-biasa saja.
Dengan tingkahmu yang hanya kau ketahui sendiri.
Sekarang aku tahu, bahwa siapa yang paling romantis disini. Kau!.

kkeut

Advertisements

Author:

Post about BTS and EXO!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s